Thursday, May 26, 2011

Kepadamu Kekasih


Source: Pinkturtle2.wordpress.com

I received sms from my Lady boss, miss Eriko about the Hulu Langat Landslides
that hit the orphanage at Madrasah Al-Taqwa
I was shocked and I call my house immediately to know if it's really true
My house is just 15 minutes away from the location
Hulu Langat is always a flood prone area
but for 28 years,
this is the first time hearing landslides strike at this area

I have been the head project coordinator that promoting
public awareness and education on landslides and slope safety for the past 2 years
I never really thought this could happened at our area
The awareness program is designed for the high risk area such as Bukit Antarabangsa, Cameron Highlands, Paya Terubong, Sabah etc.



Source: Pinkturtle2.wordpress.com

This awareness never reach to Hulu Langat
I heard that small slides happened before but was never reported
It hits me that awareness need to be done for everyone
Whether they live at high or low risk area
Regardless they interested or not towards the subject
Anybody live near slope need to know about this

People need to know what are the big signs of landslides
What could have been done to save lives
We cannot prevent landslides because it is Qada' and Qadar Allah SWT
But we can minimize the risks and effects of landslides



Source: Pinkturtle2.wordpress.com


I still remember when I was giving out brochures
during our roadshow at shopping malls
Some people even said
"Why would i even care, i'm not staying at slope area"

Maybe not now missy
Maybe later
Time after time, we have no more flat land
People have no choice but to build houses at hillside area
Who knows in 20 years time
it's our children renting an apartment at a slope area



Source: Pinkturtle2.wordpress.com


I just want to share this piece of writing
I read from the comment section at pinkturtle2.wordpress.com/
When I read it I couldn't help myself crying
whoever you are, thank you for this

Barangkali mak atau abah terasa bersalah
menitipkan kami dirumah anak yatim madrasah At Thaqwa Ulu langat ini.

Mak atau abah mungkin tak habis2 menyalahkan diri
kerana menitipkan kami disini,
maka adanya diantara kami telah terkorban ditimbus hidup oleh tanah,
bukan tanah kubur tetapi tanah merah dari bukit yang menobrak bangunan tempat tinggal kami ini.

Takpa mak! takpa abah,
kami rela tinggal disini, tiada siapa yang salah diantara kita.
Kami faham mak!, kami faham abah!
bukan niat mak atau abah sengaja meminggirkan kami dari teman2 disekeliling rumah kita.
Disini juga kami gembira, kami seronok dengan teman2 yang senasib dengan kami.

Disini kami diajar mengenal Allah,
mengenal solat dan ibadat,
disini kami sedang menuju mengenal erti kehidupan
qhada dan qadar yang ditentukan oleh Allah seru sekelian alam.
Terima kasih mak atau abah kerana menitipkan kami disini..

Mak atau abah juga tentu faham
bahawa kehidupan mak atau abah juga adalah qada dan qadar allah.
kerana qadha dan qadar Allah yang terpaksa mak atau abah harungilah,
maka mak atau abah dengan berat rasa dan pilu hati mak menitipkan kami disini.
Takpa takpa mak atau abah!. Allah lebih menyayangi kami dari mak atau abah…

Pada jiwarasa mak atau abah
berkecai luluhnya menggambarkan jasad kurus kecil kami
diheret timbunan tanah yang menimbus seluruh jasad kami,
pastinya lemas itu lebih menyiksa dan memedihkan
setiap rongga ruang nafas untuk kami meyedut udara menghindar maut,
kami berjuang dengan sakaratul dengan segala kudrat yang ada demi
untuk melindungi ruh milik allah ini..
itu lah meruntun jiwa mak atau abah yang membayangkan kami
yang sedang berjuang dengan maut.

Tapi mak atau abah
sebenarnya kami diiringi dengan malaikat selain dari kiraman dan katibin,
bersama kami ada malaikat izrael yang menentukan
siapa diantara kami yang akan syahid dan bakal hidup
untuk melanjutkan qadha dan qadarnya…

Mak atau abah! yatimnya kami disini bukan kehendak kamu.
Kami yatim yang cacat dalam hukum berkeluarga ini, adalah kehendak Allah.
Kita semua milik Allah. Alam semesta ini juga milik Allah.
Jika ada diantara kami mendahului dijemput Allah.
Redhalah… mak atau abah.
Kita sewajibnya bersyukur dan lebih mendekatkan diri kepada tuhan yang esa ini,
tanpa nikmat pemberian ruh keatas kita ini,
tentu kita tiada pertalian kasih sayang antara ibu atau bapa…

Ibu atau Ayah!
kami menunggumu di Jannatul Firdaus
syurga allah yang nikmatnya tidak terhitung dan terkira agung dan luasnya…
.

Written by Kucing Kota


Source: Pinkturtle2.wordpress.com


As a Muslim,
I believe in Qada' dan Qadar
Allah SWT knows best
that nothing occurs except by the will of Allah SWT
To Allah we belong and to Him we shall return.
Al-Fatihah.

3 comments:

yaya said...

sedih betul hati aku baca poem derang...

pet said...

yaya:
itulah, bahagian mereka. Semoga roh mereka dicucuri rahmat olehNya.

Anonymous said...

awal yang baik